7 Manfaat Susu Kedelai
1. Mengatasi intoleransi laktosa

selfimprovedaily.wordpress.com
Susu kedelai tidak mengandung laktosa susu, oleh karena itu anak yang memiliki alergi terhadap protein susu sapi dianjurkan untuk mengkonsumsi susu kedelai.
Namun, sebaiknya susu kedelai diberikan setelah anak berusia diatas satu tahun.
Porsinya pun cukup 1-2 gelas atau setara dengan 250-500 ml perhari, karena porsi tersebut mampu menyuplai 30% kebutuhan protein perhari balita.
2. Baik untuk saluran pencernaan

healthline.com
Susu kedelai mengandung serat yang penting untuk kesehatan saluran pencernaan, termasuk mengurangi kandungan lemak dan kolesterol yang diserap oleh tubuh.
Selain itu, susu kedelai juga dapat menjadii sumber serat yang baik untuk anak yang sulit makan sayur dan buah-buahan.
3. Mengurangi kadar lemak jahat

blog.applecrumbyandfish.com
Berbeda dengan susu sapi yang tinggi dengan lemak jenuh dan kolesterol, susu kedelai justru mengandung lemak tak jenuh.
Jika anak mengonsumsi susu kedelai secara rutin dapat mengurangi kadar LDL (lemak jahat) dan menaikan HDL (lemak baik) dalam darah secara signifikan.
Editors’ Picks
- Kenali 5 Penyebab si Kecil Terlambat Bicara
- Kapan Anak Boleh Makan Makanan Pedas?
- Ketahuilah Tata Cara Adopsi Anak dan Biayanya
4. Mengurangi risiko diare

momjunction.com
Selain bermanfaat untuk memenuhi gizi anak, susu kedelai juga bermanfaat untuk menghindari risiko terjadinya diare akibat intoleran laktosa atau alergi protein susu sapi.
5. Antioksidan yang baik bagi tubuh

tinyscarvalvesurgery.com
Susu kedelai mengandung senyawa isoflavon yang bermanfaat meningkatkan kesehatan dan mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh polusi, sinar matahari, atau sinar ultraviolet.
6. Baik untuk pertumbuhan anak

livestrong.com
Susu kedelai (formula isolat protein kedelai) mengandung asam amino lengkap yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
7. Sebagai pengganti susu sapi yang tepat

blog.applecrumbyandfish.com
Susu kedelai dapat diminum sebagai pengganti susu sapi atau minuman pendamping ASI.
Oleh karena itu, bagi penderita autisme yang tidak dapat mengonsumsi susu sapi karena mengandung kasein (protein susu) yang dapat menyebabkan penderita autisme menjadi lebih hiperaktif, dapat diganti dengan minum susu kedelai.
Dengan demikian, para penderita autisme tetap memperoleh asupan protein, vitamin dan mineral yang cukup.
Namun, perlu Mama ketahui sebelum memberikan susu kedelai pada anak. Pada prinsipnya ada perbedaan antara susu kedelai yang dikonsumsi balita dan orang dewasa.
Susu kedelai yang diminum untuk anak harus diformulasikan lagi (diolah lebih lanjut melalui proses hidrolisis) karena mengandung banyak zat yang tidak baik bagi penyerapan gizi di dalam tubuh balita.
Salah satunya tingginya kandungan zat alumunium yang dapat mengganggu ginjal anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun.
Sebelum memberi susu kedelai pada anak sebaiknya perhatikan dulu ya Ma, apakah susu kedelai tersebut sudah diformulasikan kembali atau belum.